- Definisi
Pengendalian Internal menurut COSO yaitu :
"Internal control
is process, affected by entility’s board of directors, management and other
personnel, designed to provide reasonable assurance regarding the achievement
of objectives in the following categories: Effectiveness and efficiency of
operations, Realibillty of Financial Reporting, Compliance with Applicable laws
and regulations."
Dalam terjemahan
bebasnya adalah sebagai berikut :
Sistem Pengendalian Internal
merupakan "suatu proses yang melibatkan dewan komisaris, manajemen, dan
personil lain, yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai tentang
pencapaian tiga tujuan berikut ini:
1.
Efektivitas dan efisiensi operasi
2.
Keandalan pelaporan keuangan
3.
Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang
berlaku
2. Pengertian dan Komponen COSO Framework
COSO adalah sebuah organisasi
sektor swasta yang sukarela, didirikan di Amerika Serikat, yang bertujuan untuk
menyediakan panduan kepada manajemen eksekutif dan pengelola perusahaan tentang
aspek-aspek kritis dalam pengelolaan organisasi, etika bisnis, pengendalian internal,
manajemen risiko perusahaan, kecurangan, dan pelaporan keuangan. COSO telah menerbitkan sebuah
model pengendalian internal yang umum yang dengannya perusahaan dan organisasi dapat
menilai sistem pengendalian mereka. Misi utama dari COSO adalah
“Memperbaiki/ meningkatkan kualitas laporan keuangan entitas melalui etika
bisnis, pengendalian internal yang efektif, dan corporate governance.”
COSO juga menyatakan konsep keyakinan
yang wajar (reasonable assurance) terkait Pengendalian Internal bahwa adanya
Pengendalian Internal yang baik tidak serta merta memberikan jaminan penuh
kepada entitas bisa mencapai tujuannya namun sebatas keyakinan yang wajar.
Selain itu terdapat keterbatasan yang melekat terhadap Pengendalian Internal
bahwa tidak semua jenis pengendalian dapat diimplementasikan karena
pertimbangan biaya dan manfaat (cost and benefit) sehingga dapat mengakibatkan
Pengendalian Internal kurang efektif seperti yang diharapkan.
3.
5 Komponen Pengendalian Internal yang Saling Berhubungan
Untuk
mencapai suatu pengendalian intern yang benar-benar memadai, terdapat
komponen dasar kebijakan yang dirancang dan digunakan oleh manajemen.
1. Control
Environment atau Lingkungan Pengendalian
Lingkungan
pengendalian menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran
pengendalian orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk
semua komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur.
Lingkungan
pengedalian terdiri atas faktor-faktor berikut:
a. Integritas dan nilai etika
b. Komitmen terhadap kompetensi
c. Pertisipasi dewan direksi dan komisaris atau
komisi audit
d. Filosofi manajemen dan gaya operasi
e. Struktur organnisasi
f. Kebijakan dan praktik sumber daya manusia
2. Control
activities atau kegiatan pengendalian
Adalah
kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa arahan manajemen
dilaksanakan.
Aktivitas
pengendalian umumnya termasuk ke dalam salah satu dari lima jenis aktivitas
berikut, yaitu:
a. Pemisahan tugas yang memadai
b. Otorisasi yang tepat atas transaksi dan
aktivitas
c. Dokumentasi dan catatan yang memadai
d. Pengendalian fisik atas asset dan
catatan-catatan
e. Pengecekan terhadap pekerjaan secara independen
3. Risk
assessment atau pemahaman risiko
Adalah
identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang relevan untuk mencapai
tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus
dikelola.
Berikut
ancangan penilaian risiko untuk mendesain pengendalian internal:
a. Tentukan ancaman yang menghadang perusahaan
b. Perkirakan risiko, atau probabilitas, dari
setiap ancaman yang muncul
c. Perkiraan pajanan/ exposure, atau kerugian potensial, dari setiap ancaman
d. Identifikasi serangkaian pengendalian untuk
melindungi terhadap ancaman
e. Perkirakan biaya dan keuntungan dari pengadaan
pengendalian
f. Terapkan rangkaian pengendalian untuk
melindungi terhadap ancaman
4. Information
and communication atau informasi dan komunikasi
Merupakan
pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk
dan waktu yang memungkinkan orang melaksanakan tanggung jawab mereka.
System
informasi yang relevan dengan tujuan pelaporan keuangan, yang meliputi sistem
akuntansi, terdiri atas metode dan catatan yang dibangun untuk mencatat, mengolah,
meringkas, dan melaporkan transaksi entitas (baik peristiwa maupun kondisi) dan
untuk memelihara akuntabilitas bagi asset, utang, dan ekuitas yang
bersangkutan.
Kualitas
informasi yang dihasilkan dari system tersebut berdampak terhadap kemampuan
manajemen untuk membuat keputusan semestinya dalam mengendalikan aktivitas
entitas dan menyiapkan laporan keuangan yang andal. Komunikasi mencakup
penyediaan suatu pemahaman tentang peran dan tanggung jawab individual
berkaitan dengan pengendalian intern terhadap laporan keuangan.
5. Monitoring atau
pemantauan
Merupakan
proses yang menentukan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu.
Metode
utama untuk mengawasi kinerja mencakup:
a. Supervisi yang efektif
b. Akuntansi pertanggungjawaban
c. Audit internal
4.
Keunggulan
dan Kelemahan Pengendalian Intern COSO
1. Kelemahan
Menurut Azhar
Susanto terdapat beberapa keterbatasan dalam Sistem Pengendalian Intern, yaitu:
1.
Kesalahan
muncul ketika karyawan melakukan pertimbangan yang salah atau perhatiannya
selama bekerja terpisah.
2.
Kolusi terjadi ketika dua atau lebih karyawan
berkonspirasi untuk melakukan pencurian (korupsi) di tempat mereka
bekerja.
3.
Penyimpangan
manajemen muncul karena manajer suatu organisasi memiliki lebih banyak otoritas
dibandingkan karyawan biasa, proses pengendalian efektif pada tingkat manajemen
bawah dan tidak efektif pada tingkat atas.
4.
Manfaat
dan biaya, konsep jaminan yang meyakinkan atau masuk akal mengandung arti bahwa
biaya pengendalian intern tidak melebihi manfaat yang dihasilkan.
Dari
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa keterbatasan pengendalian intern
meliputi: Kesalahan, kolusi, penyimpangan manajemen, serta manfaat dan biaya
2.
Keunggulan
Kelebihan COSO adalah
pada konstruksi kontrolnya, keterkaitan
general control dan application control. Ini dapat dimaklumi
karena COSO lebih mengkonsentrasikan diri pada internal control
framework, khususnya dalam keterkaitannya dengan laporan keuangan. Karena itu, COSO lebih
pada IT Control Framework, dari pada sebuah control tata kelola TI. COSO juga
diadopsi sebagai standar untuk implementasi kontrol TI dalam konteks atas Sarbanes
Oxley (SOX).
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/COSO
http://dewiuwie.wordpress.com/2013/11/22/3-6-pengendalian-intern-coso/
http://dewiuwie.wordpress.com/2013/11/22/3-6-pengendalian-intern-coso/




0 komentar:
Posting Komentar